Malang, 1 Juni 2026 – Pemandangan bulan terang yang muncul di ufuk timur menghiasi langit malam Malang pada Senin (1/6/2026). Cahaya bulan yang tampak besar dan kemerahan dari balik pepohonan menciptakan panorama malam yang indah. Namun di balik keindahan tersebut, warga Malang juga merasakan hawa dingin yang lebih menusuk dibandingkan malam-malam biasanya.
Sejumlah warga mengaku suhu udara pada malam hari hingga menjelang dini hari terasa lebih rendah dari kondisi normal. Fenomena ini bertepatan dengan awal musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya.
Menurut penjelasan meteorologi, suhu dingin yang dirasakan bukan disebabkan oleh cahaya bulan, melainkan oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer. Salah satu faktor utama adalah menguatnya angin muson timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara lebih dingin dan kering menuju Indonesia. Udara tersebut berasal dari wilayah Australia yang sedang memasuki musim dingin sehingga suhu udara di Jawa bagian selatan, termasuk Malang, ikut menurun.
Apa Hubungannya dengan Angin Laut?
Angin laut memiliki peran tidak langsung terhadap kondisi udara malam itu. Pada musim kemarau, angin timur yang melintasi lautan selatan Jawa membawa udara yang relatif kering. Berbeda dengan musim hujan yang kaya uap air dan awan, udara kering membuat langit menjadi lebih cerah.
Saat langit cerah, panas yang tersimpan di permukaan bumi setelah siang hari dapat dengan mudah terlepas ke atmosfer dan ruang angkasa melalui proses yang disebut radiasi gelombang panjang. Karena panas tidak tertahan oleh lapisan awan, suhu permukaan tanah dan udara di dekatnya turun lebih cepat pada malam hari
Mengapa Malam Itu Terasa Lebih Dingin dari Biasanya?
Secara ilmiah terdapat beberapa penyebab:
- Langit relatif cerah dan minim awan
- Awan berfungsi seperti “selimut” yang menahan panas bumi.
- Ketika awan sedikit, panas lebih cepat hilang sehingga suhu turun drastis pada malam hari.
2. Udara kering dari Australia
- Monsun Australia membawa udara dingin dengan kelembapan rendah.
- Udara kering lebih mudah mengalami pendinginan pada malam hari dibanding udara lembap.
3. Letak geografis Malang
- Sebagian besar wilayah Malang berada di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan.
- Daerah yang lebih tinggi secara alami memiliki suhu lebih rendah dibanding dataran rendah.
4. Fenomena Bediding
- Masyarakat Jawa mengenal kondisi ini sebagai “bediding”, yaitu udara dingin yang muncul pada musim kemarau, terutama dari Juni hingga Agustus.
- Fenomena ini umum terjadi setiap tahun, namun pada 2026 diperkirakan terasa lebih kuat dibandingkan biasanya.
Apakah Bulan Terang Membuat Udara Menjadi Dingin?
Secara ilmiah, bulan tidak menyebabkan suhu udara turun. Cahaya bulan hanya merupakan pantulan sinar Matahari dan energinya sangat kecil dibandingkan panas yang diterima bumi pada siang hari. Kesan malam yang lebih dingin saat bulan terang muncul karena kondisi langit yang cerah dan minim awan biasanya terjadi bersamaan dengan fase bulan yang tampak jelas.
Malam 1 Juni 2026 menjadi kombinasi menarik antara keindahan bulan terang dan fenomena bediding yang membuat udara Malang terasa lebih sejuk dari biasanya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut selama musim kemarau berlangsung, terutama pada malam hingga menjelang pagi hari

Comment